Membicarakan tokoh dan gerakan perempuan di Indonesia tak cukup hanya bersudut pada tokoh yang bernama Raden Ajeng Kartini, namun banyak dari perempuan pada era kolonialisme belanda ikut serta dalam memanggul senjata atau berada dalam politik formal, seperti nama-nama perempuan berikut Maria Walanda Maramis dari Sulawesi Tenggara, Dewi Sartika dari Jawa Barat, Nyi H. Achmad Dahlan dari Yogyakarta dan Rohana Kudus dari Sumatra Barat (Subono, 2018) . Perempuan-perempuan tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu memperjuangkan kesempatan bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Beda lagi dengan Rohana Kudud yang berprofesi sebagai wartawan perempuan yang mengasuh surat kabar Soenting Melayu pada tahun 1912, yang merupakan surat kabar terkenal pada zaman itu sebab sudah sangat progresif dan kritis mengangkat isu-isu sensitif seperti masalah adat yang tidak ramah perempuan, poligami, perlunya pendidikan dan keterampilan buat perempuan, dan sebagain...